Jodoh kah


Pernikahan sebuah bayangan bahagia bagi para insan yang masih sendiri. Gambaran akan indahnya bunga-bunga mekar penuh cinta bak lagu atau film romantis memenuhi definisi sebuah hubungan suami dan istri.

Walau memahami adanya batu sandungan, maupun cobaan cinta namun saat itu benar-benar menghampiri bukan suatu hal yang mudah untuk dilewati dan dihadapi.

Janji besar, kalimat-kalimat cinta dengan mudah akan menghilang begitu saja.

Keraguan, akan benarkah dia jodohku? seakan mudah sekali menyusup pada relung jiwa yang seringnya diselimuti emosi.

Iqro, membaca keadaan untuk kemudian ditentukan jalan keluar seharusnya menjadi pilihan utama dan pertama bagi situasi seperti itu. Namun kembali lagi itu bukanlah hal mudah.

Pernikahan yang seharusnya bukan hanya sekedar melestarikan keturunan, menyempurnakan agama saja namun juga sebuah peristiwa Allah memberikan tugas pada keluarga kita untuk tujuan mulia. Yang tentunya Labuhan terakhir adalah ridho Nya. Kebanyakan tidak kita fahami.

Maka, dua hal yang utama dalam pernikahan adalah saat kita bertemu dengan jodoh kita dan untuk apa kita dipertemukan dengannya.

Karena saat kita memahami kenapa harus dia yang jadi suami kita dan ada rahasia apa dibalik itu semua. Maka saat perahu pernikahan mulai digoyang ombak kita masih dalam satu tujuan dengan membawa misi dari Allah untuk keluarga kita.
Sehingga diharapkan masih ada kekuatan untuk terus menghadapi tantangan-tantangannya.

Dan kembali lagi, itu tetap saja tidak mudah namun bukan berarti kita menyerah. Meski terkadang diri ini sendiri masih jauh dari itu semua namun semoga pelajaran-pelajaran hidup mampu untuk mengetuk hati.

Meski saat ini saya tak sehebat para istri yang bersabar dengan tetap setia walau keadaan suami yang sudah berubah kesehatannya, finansialnya maupun rasa cintanya. Atau tak setangguh para istri yang kuat dengan berbagai tekanan besar dalam keluarganya.

Tapi, saya tak akan membandingkan diri. Karena saya tahu semua istri akan berjalan dengan langkah terbaik nya demi keluarga. Dan semoga saya juga tidak membandingkan istri-istri lain dengan saya. Karena saya tahu mereka telah memiliki ceritanya sendiri.

Dan tidak pula membandingkan suami dengan masa lalu atau apapun itu karena saya pun tahu dia telah berusaha untuk membahagiakan ku.

Dia adalah suami ku partner ku dalam menuju Visi Hidup. Sahabat yang selalu bergandengan dengan keunikan masing-masing demi sebuah alasan yang tak sia-sia Allah berikan.

#catatanMalam
#BaperIstriSetiaDengankesabarannya
#jodohku


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Walau tak Sempurna namun Seutuhnya